Pada 26 Agustus 2026, Kementerian Pertanian bertemu dengan Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) untuk menyerap aspirasi pelaku usaha dan membahas berbagai tantangan peternakan babi rakyat.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain tata niaga, stabilitas harga, biaya pakan, penyakit hewan, regulasi, serta kepastian pasar bagi peternak mandiri.
Artinya, persoalan daging babi ternyata tidak sesederhana:
“Harga naik atau turun?”
Ada rantai panjang yang ikut menentukan harga dan ketersediaan produk sampai ke tangan konsumen.
Ketika Harga Daging Menjadi Persoalan Politik Pangan
Pemerintah memiliki kepentingan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Namun, stabilitas harga bukan berarti sekadar membuat harga serendah mungkin.
Tetapi jika harga di tingkat peternak terlalu rendah, peternak juga dapat kesulitan menutup biaya produksi.
Inilah dilema yang sering muncul dalam kebijakan pangan:
Bagaimana membuat harga tetap terjangkau tanpa membuat peternak kehilangan keuntungan yang layak?
Persoalan tersebut menjadi semakin kompleks ketika biaya produksi, terutama pakan, mengalami tekanan.
Bagi peternak, pakan merupakan salah satu komponen penting dalam biaya produksi. Ketika biaya meningkat, tekanan tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi harga jual dan keberlangsungan usaha.
Karena itu, pembahasan pemerintah bersama pelaku industri seperti GUPBI menjadi penting.
Sebab kebijakan yang dibuat di tingkat pemerintah pada akhirnya dapat dirasakan sampai ke peternak dan konsumen.
Bukan Hanya Soal Produksi, Tapi Juga Kepastian Pasar
- Peternak membutuhkan pasar yang mampu menyerap produksinya
- Restoran membutuhkan pasokan yang konsisten.
- Pedagang membutuhkan produk dengan kualitas yang dapat diandalkan.
- Sementara konsumen membutuhkan daging yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya.
Semua pihak berada dalam satu rantai yang saling berkaitan. Ketika salah satu bagian terganggu, dampaknya bisa merembet ke bagian lainnya.
Karena itu, membangun industri peternakan yang sehat tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi.
Pasarnya juga harus tersedia.
Dan peternak juga membutuhkan kepastian bahwa hasil produksinya dapat terserap dengan harga yang masuk akal.
Penyakit Hewan Juga Menjadi Bagian dari Persoalan
Selain harga dan pasar, persoalan kesehatan hewan juga menjadi perhatian dalam industri peternakan. Penyakit hewan dapat memberikan dampak besar terhadap produktivitas peternakan dan distribusi ternak.
Karena itu, biosekuriti, pengawasan kesehatan hewan, serta penerapan standar dalam rantai produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan industri.
Pada akhirnya, konsumen pun memiliki kepentingan yang sama:
Mendapatkan produk pangan yang aman dan ditangani dengan baik.
Lalu, Apa Peran Supplier Daging?
Di tengah persoalan tersebut, keberadaan supplier bukan sekadar menjadi pihak yang menjual produk.
Supplier memiliki posisi penting sebagai penghubung antara produsen dan konsumen.
Supplier yang baik perlu memperhatikan kualitas produk, penanganan, kebersihan, konsistensi pasokan, hingga kemudahan distribusi.
Karena konsumen tidak seharusnya dibuat bertanya-tanya:
“Daging ini berasal dari mana?”
“Bagaimana proses penanganannya?”
“Apakah kualitasnya bisa dipercaya?”
Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin penting ketika masyarakat semakin sadar terhadap keamanan pangan.
Porky-Porky: Membawa Produk Lokal dengan Mengutamakan Kepercayaan
Di tengah dinamika industri tersebut, Porky-Porky hadir sebagai penyedia daging babi lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Porky-Porky menyediakan berbagai pilihan potongan daging babi seperti pork belly, loin, spare ribs, pork leg, chuck loin, dan pilihan lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Namun bagi Porky-Porky, produk bukan satu-satunya hal yang penting.
Kepercayaan juga harus menjadi bagian dari produk.
Karena itu, Porky-Porky mengedepankan aspek higienitas dan NKV (Nomor Kontrol Veteriner) sebagai bagian dari upaya memberikan produk yang lebih terpercaya kepada konsumen.
Dengan pilihan produk yang beragam dan layanan pengiriman langsung, Porky-Porky ingin membuat proses mendapatkan daging babi menjadi lebih praktis.
Mendukung Produk Lokal Tidak Harus Berpolitik
Membicarakan kebijakan pemerintah tidak selalu berarti harus masuk ke politik praktis. Ada isu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari:
- Bagaimana peternak lokal bisa terus bertahan?
- Bagaimana produk berkualitas bisa sampai ke konsumen?
- Bagaimana rantai pasok dapat berjalan secara sehat?
Dan yang tidak kalah penting:
Bagaimana konsumen mendapatkan produk yang aman dan dapat dipercaya?
Inilah bagian dari politik pangan yang sebenarnya dirasakan masyarakat setiap hari. Karena pada akhirnya, kebijakan pemerintah mungkin dibahas di ruang rapat.
Tetapi dampaknya bisa sampai ke kandang peternak, gudang supplier, restoran, hingga meja makan konsumen.
Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?
Salah satu langkah sederhana adalah menjadi konsumen yang lebih sadar. Jangan hanya melihat harga, perhatikan juga:
- Asal produk
- Kualitas dan kondisi daging
- Kebersihan penanganan
- Kredibilitas supplier
- Legalitas atau standar yang dimiliki
- Konsistensi kualitas dan pasokan
Karena harga murah belum tentu menjadi satu-satunya ukuran sebuah produk layak dipilih.

Segera hubungi :
CS Porky-Porky : 0812 2985 2530
Marketing 1 : 0823 2562 0004 (Andre)
Marketing 2 : 0822 2894 6665 (Lidya)
Pesan daging babi lokal berkualitas dari Porky-Porky di Shopee/Tokopedia untuk pemesanan area Jogja, hubungi tim marketing porky jika pemesanan di luar Jogja.
Follow akun sosial media instagram, facebook dan tiktok Porky-Porky untuk mendapatkan update produk.
Amankan stok Anda sekarang juga.
Sumber Berita
1. Kementerian Pertanian — 26 Agustus 2026
Kementan Serap Aspirasi GUPBI, Perkuat Langkah untuk Peternakan Babi Rakyat.
Baca berita selengkapnya di Kementerian Pertanian
2. Kementerian Pertanian — 28 Juni 2026
Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional.
Baca berita selengkapnya di Kementerian Pertanian
3. ANTARA — 27 Juni 2026
Kementan bersama dinas se-Jawa perkuat stabilitas usaha peternak.
Baca berita selengkapnya di ANTARA



