Daging telah menjadi bagian dari makanan manusia sejak ribuan tahun lalu. Salah satu manfaat utama daging adalah kandungan proteinnya yang tinggi, serta berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, konsumsi daging—terutama daging merah—sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan kanker. Akibatnya, banyak pedoman gizi menganjurkan untuk mengurangi konsumsi daging merah.
Daging babi termasuk dalam kelompok daging merah dan sering kali disarankan untuk dibatasi. Padahal, daging babi merupakan jenis daging yang paling banyak dikonsumsi di dunia, mencakup sekitar 30% dari total konsumsi daging global. Hal ini menunjukkan bahwa daging babi memiliki peran penting dalam pola makan banyak masyarakat, terutama di Eropa dan Asia.
Salah satu hal yang sering luput diperhatikan adalah bahwa komposisi daging tidak selalu sama. Kandungan lemak, protein, dan nutrisi lain sangat bergantung pada jenis hewan, potongan daging, cara beternak, serta cara memasaknya. Pada daging babi, perbedaan antar potongan sangat besar. Misalnya, potongan loin (has luar) merupakan bagian yang paling rendah lemak dan tinggi protein, sedangkan pork belly (perut babi) mengandung lemak jauh lebih tinggi dan protein lebih rendah.
Dari segi gizi, daging babi merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan dan pemeliharaan otot. Selain itu, daging babi kaya akan vitamin B kompleks—terutama vitamin B1 (tiamin)—yang berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi saraf. Daging babi juga mengandung mineral penting seperti zat besi, seng, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk daya tahan tubuh, pembentukan sel darah, dan kesehatan tulang.

Kekhawatiran utama terhadap daging babi biasanya terkait dengan kandungan lemak jenuh. Namun, tidak semua daging babi tinggi lemak. Beberapa potongan justru memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam dengan kulit. Selain itu, lemak dalam daging babi juga mengandung cukup banyak lemak tak jenuh tunggal (MUFA), jenis lemak yang juga ditemukan dalam minyak zaitun dan dikaitkan dengan kesehatan jantung.
Bagaimana dengan dampaknya terhadap kesehatan?
Sejumlah penelitian klinis menunjukkan bahwa konsumsi daging babi tanpa lemak berlebihan tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan bahkan dapat memberikan hasil yang serupa dengan konsumsi ayam atau daging sapi tanpa lemak. Beberapa studi juga menemukan bahwa konsumsi daging babi tanpa lemak tidak berpengaruh buruk terhadap berat badan, lemak tubuh, maupun risiko obesitas, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar dan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Terkait risiko kanker, bukti ilmiah menunjukkan bahwa daging babi segar tidak secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, berbeda dengan daging olahan seperti sosis atau bacon. Risiko kesehatan yang lebih jelas justru berasal dari konsumsi daging yang diproses berlebihan, bukan dari daging segar itu sendiri.
Selain aspek kesehatan, faktor keberlanjutan lingkungan juga semakin penting dalam memilih makanan. Dibandingkan sapi dan domba, babi merupakan hewan non-ruminansia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih rendah. Oleh karena itu, produksi daging babi dinilai memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan daging merah lainnya. Beberapa kajian bahkan memasukkan daging babi dalam kelompok pola makan yang relatif lebih berkelanjutan.
Di beberapa wilayah seperti Spanyol barat laut dan Portugal utara, daging babi merupakan bagian dari pola makan tradisional Atlantik, yang juga kaya akan sayuran, kacang-kacangan, produk susu, dan ikan. Menariknya, pola makan ini dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah serta manfaat bagi kesehatan jantung dan mental, meskipun tetap menekankan konsumsi daging secara moderat.
Kesimpulannya, daging babi tidak perlu sepenuhnya dihindari. Jika memilih potongan yang lebih rendah lemak dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, daging babi dapat menjadi sumber protein dan nutrisi yang baik. Ketika dimasukkan ke dalam pola makan seimbang, berbasis bahan lokal, dan memperhatikan aspek lingkungan, daging babi dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan berkelanjutan.

Porky-Porky | Dukung Peternak Lokal, Sajikan yang Terbaik
Kami percaya bahwa daging babi lokal adalah hasil kerja keras peternak Indonesia yang harus dijaga dan dihargai. Porky-Porky adalah sebuah brand yang menjual produk daging babi lokal dengan proses seleksi ketat, higienis, dan sesuai standar keamanan pangan.
- Segar karena langsung dari peternak lokal
- Aman & terkontrol karena sudah bersertifikat NKV
- Membantu roda ekonomi rakyat tetap berputar
Dengan berbelanja di Porky-Porky, Anda tidak hanya membeli daging—tetapi juga mencintai produk Indonesia.
Tidak heran jika banyak restoran, katering, hingga UMKM memilih Porky-Porky sebagai brand andalan mereka.Ayo segera order daging babi yang kamu butuhkan hanya di Porky-Porky, tersedia di Shopee/Tokopedia! Follow juga media sosial kami di instagram dan tiktok!


